Batik, Keindahan Indonesia

    BATIK adalah sebuah karya seni warisan leluhur yang dibuat oleh tenaga ahli yang memiliki jiwa seni dan kreativitas tinggi, serta diproduksi dengan menggunakan alat produksi perpaduan cara tradisional dan cara modern, sehingga akan menghasilkan suatu produk yang berkualitas, menarik, modis dan sesuai dengan trend fashion masa kini tanpa meninggalkan corak aslinya. Di Indonesia ada beberapa daerah yang menghasilkan atau memproduksi BATIK, diantaranya (selengkapnya...)

    Pilihan Hidup

    Memang selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada peran yang harus kita jalani

    Namun seringkali kita berada dalam KEPESIMISAN, KENGERIAN, KERAGUAN, KEBIMBANGAN yang kita ciptakan sendiri.
    Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup.

    HIDUP adalah PILIHAN Karena memilih bukan saja hak kita sebagai manusia, tetapi dengan memilih akan menjadikan kita Manusia yang lebih BERKUALITAS.

    Arien itu....

    Hallo, selamat datang di blog ku...

    aku itu orangnya simple, jadi jangan ragu-ragu untuk memberi masukan atau kritik dalam blogku ini. Asal niatnya baik insyaALLAH hasilnya juga baik...

    Thank's udah berkunjung diblog ku, semoga dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi kalian....
    Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

    NGEBIS AGAIN . . .


    Liburan sekolah telah tiba...
    Liburan kali ini aku punya misi yang berbeda dari liburan-liburan sebelumnya, biasanya aku berlibur hanya untuk bersenang-senang *touring sama temen*, meniknati hidup dengan melakukan wisata kuliner, nonton *kalo filmnya seru*, jalan-jalan sambil berbelanja atau hanya sekedar mengunjungi temen-temen satu fakultas/temen kost dulu..
    karena ku pikir kalo keseringan melakukan hal itu gak baik juga khan?! Borosss..
    (alasan lain : sudah merasakan susahnya nyari uang dengan usaha sendiri,heheee...)
    Itulah sebabnya mengapa perjalananku kali ini memilih untuk naik bis, yang biasanya ku laju pake sepeda motor. (kalo travel jamnya gak fleksibel, kalo pagi ntr ke pagian sedangkan pemberangkatan sore ntr sampai sana ke malaman*sopo sek pe jemput? Repot to...*)
    Pagi itu aku dianter sama bapak ke halte depan KPU, tempat pemberhentian bis yang lumayan nyaman jika harus menunggu lama..
    Sampai di tempat itu ternyata tidak ada bis yang ngetem, jadi aku sama bapak harus tunggu beberapa lama sampai ada bis yang datang.
    Bapak : kok gak ono bis E? Opo uis mangkat?
    Aku : mboten retos bapak, menawi sampun berangkat.
    Bapak : opo ke esuken (kepagian) yo?
    Aku : mboten ah bapak..
    Bapak : preinan mosok malah sepi?
    Aku : hehee.. (bingung mo jawab apa)
    Pemilik warung : walah bisnya membe mawon berangkat kok pak.. (warungnya deket sama halte)
    Bapak : ooo... inggih to...
    Pemilik warung : inggih membe mawon, sekitar 5 menitan yang lalu.
    Bapak : wah... lak ngentosi sue iki mengko?
    Pemilik warung : mboten og pak, paling sekedap malih bisnya dateng..
    Bapak : ooo... inggih matur suwun.
    Pemilik warung : inggih sami-sami... bade tindak pundi ti pak?
    Bapak : iki lo anak ku ape tilik budenE ning Solo.
    Pemilik warung : ooo... sambi liburan nggih?
    Aku : heheee.... inggih.
    Obrolanpun berakhir karena pemilik warung itu mempersiapkan barang dagangannya, sedangkan bapak dan aku terdiam menunggu bis yang akan datang.
    Tidak beberapa lama...
    Aku : bapak bisnya sampun datang.
    Bapak : ooo.. iyo..
    Yo ndang numpak. Ati-ati yo...
    Aku : inggih. (sambil mempersiapkan barang bawaan)
    Bapak : salam kanggo pak de sama bude
    Aku : inggih
    Bapak : ojo lali ngabari yen uis tekan
    Aku : inggih.
    Aku pun berpamitan dan langsung naik ke dalam bis..
    Alhamdulillah masih kosong, jadi bisa milih tempat duduk..
    Perjalanan pun dimulai, lama tak naik bis ternyata suasananya masih sama tidak banyak perubahan. Mulai dari jalannya yang masih hancur (bergelombang dan banyak lubang padahal sudah sering dilakukan perbaikan). Serta suasana dalam bis yang kurang nyaman. Tapi it’s OK, dinikmatin aja..
    Waktu berlalu...
    Lama-kelamaan penumpang yang di dalam bis pun bertambah banyak, sampai pada akhirnya aku yang tadinya duduk dipinggir harus bergeser untuk berbagi tempat duduk pada penumpang yang lainnya. Disinilah ada kejadian lucu yang aku alami...
    aku yang tadinya duduk di samping di geser oleh penumpang lain (seorang tentara*keliatan dari seragam yang dikenakan*)
    tentara : mbak... mbak bisa geser (sambil nepuk pundakku)
    aku : oh..iya...
    tentara : terima kasih
    aku : hmm.. (meliat orangnya sambil senyum)
    setelah itu aku sibuk dengan Hpku sedangkan tentara itu terdiam menikmati perjalanannya sampai-sampai merasa ngantuk dan tertidur (belum pulas jadi masih agak-agak sadar gitu...)
    pada akhirnya ada rombongan pengamen yang masuk dan memainkan alat musiknya, wah musiknya asyik neeh. Tapi saat lirik mulai dinyanyikan, ampunnn... tidak... (fals banget suaranya, persis banget kaya suaraku. Hancurrr...). jreng... jreng... jreng alat musik dimainkan sambil mengiringi nyanyian mereka. Mereka menyanyikan beberapa buah lagu yang sama sekali gak ku tau (ciptaan mereka sendiri mungkin, tapi kalo nyanyi lagu yang lagi hits kah bisa ikutan nyanyi aku,qiqiqiii...). setelah beberapa lagu itu dinyanyikan tiba saatnya pengamen itu minta uang recehan dari para penumpang bis. Karena aku bawa uang recehan lumayan banyak, ya gak apa-apalah berbagi sama mereka (berbagi kok pake recehan, jangan ditiru. Kalo bisa banyak dan ikhlas pasti lebih baik). Aku ambil uang recehku dalam dompet dan memberikannya pada pengamen itu...
    tapi tiba-tiba...
    copet... (suaranya agak lirih namun aku mendengarnya) untung tidak keras sehingga tidak banyak orang yang mendengar.
    tentara : copet.. (terperanjat dari tidurnya)
    aku : hah... (sambil meliat suasana sekitar)
    tentara : dompet ku.. (sambil melihat ke arahku)
    aku : ??? (masih terdiam,bingung sambil mengerutkan jidat)
    tentara : dompetku kok ada di mbak?! (sambil menunjuk dompet yang ku pegang)
    aku : dompet ?! ini dompetku kok mas..
    tentara : masa, jangan bohong. (sambil merogoh kantung celananya)
    aku : iya kok, nie photoku..
    tentara : ehh iya..
    ini apa dompet ku. (sambil mengeluarkan dompetnya dari saku celananya)
    aku : huu... (menyoraki karena sebel)
    tentara : heheee... maap ya mbak...
    aku : iya..
    tentara : habis dompetnya sama sieh.. (sambil memperlihatkan dompetnya padaku)
    aku : hah.. iya to?! (sambil melihat dompetnya)
    hehee iya (nyengir tanda percaya)
    tentara : kok bisa ya?
    Aku : biasa dompet pabrikan jadi gak limited edition.
    Tentara : aneh..
    Aku : kenapa?
    Tentara : cewek kok pake dompet cowok sieh mbak.
    Aku : ya ga papa, suka-suka yang pake donk.(mau tau aja pikirku)
    Tentara : oia ngomong2 mau kmn mbak?
    Aku : hmmm...(haduh mulai... aku paling males ngomong sama orang yang gak kenal)
    Solo (sambil menghadap jendela luar berupaya mengakhiri pembicaraan)
    Tentara : ooo... masih sekolah mbak?
    Aku : geleng2, sambil mengalihkan pembicaraan dengan mendengarkan musik
    Tentara : ooo... ya, hati-hati mbak...
    Aku : heheeee... iya makasih...
    Akupun diam dan berakhir juga pembicaraan itu..
    Sampai juga aku pada tujuanku, waktunya untuk turun..
    Tentara : hati-hati lo mbak kalo ada copet..
    Aku : hehee.. iya..
    Aku berlalu dan pergi..
    0 komentar | Selengkapnya→

    Upss... Hampir Saja

    Sekarang waktunya untuk pembagian rapot. Rasanya lega sekali setelah beberapa waktu lembur untuk ngoreksi hasil ujian anak, remidi (bagi yang nilainya kurang), ngolah nilai, membuat progress dan rapot (bagi guru wali kelas). Hari ini selesai sudah semuanya dengan di bagikannya rapot tersebut...
    Pagi itu cuaca cerah, siswa-siwsa di liburkan, guru-guru sibuk untuk persiapan pembagian rapot (wali kelas) dan beberapa guru yang lain sibuk untuk menyambut tamu atau orang tua siswa yang datang. Pada saat itu alhmdulilah sebagian besar orang tua siswa hadir memenuhi undangan dari sekolah untuk pengambilan rapot. Saat pengambilan rapot orang tua diberikan beberapa pengarahan oleh wali kelas tentang hasil perkembangan siswa selama ini, serta di adakan konsulasi pada orang tua untuk anak-anak yang mempunyai masalah di sekolah dengan harapan orang tua siswa dapat lebih memperhatikan dan memantau perkembangan atau tingkah laku anak di rumah. Dengan adanya konsultasi tersebut orang tua tahu apa yang terjadi dengan anak-anak mereka di sekolah dan gurunya juga tahu tentang kebiasaan anak di rumah, sehingga untuk anak yang bermasalah dapat di cari solusinya dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi mereka.
    Setelah beberapa lama...
    Akhirnya selesai juga acara pengambilan rapot untuk semester ini, lega dan bahagia aku rasakan karena itu berarti tiba juga waktunya untuk liburan. Asyikkkkk.....
    Tapi sebelum pulang dan berlibur, ternyata diadakan rapat terlebih dahulu untuk laporan hasil pelaksanaan pengambilan rapot tadi (gak papa lah, sabar tunggu sebentar lagi gumamku dalam hati). Rapat dibuka oleh kepala sekolah, oleh beliau ditanyakan tentang pelaksanaan pengambilan rapot tadi serta hasil shearing bersama orang tua murid. Satu persatu wali kelaspun melaporkan hasil pelaksanaannya serta beberapa saran yang disampaikan orang tua murid, tapi tiba-tiba...
    Kring.... (salah satu Hp guru berbunyi)
    Sontak yang lain terdiam memberi kesempatan guru tersebut unuk menerima telfonnya...
    Ternyata salah satu orang tua murid menelfon:
    Orang tua murid : Asslm...
    Guru : wa’alaikumslm...
    Orang tua murid : bla... bla... bla... bla... bla... (belum tau apa yang dibahas)
    Guru : bla... bla... bla... bla...
    Tapi tiba-tiba sang guru itu menatapku...
    (degg...) aku yang tadinya melamun menjadi bingung dan senyum kecutku pun tercipta sambil berfikir “kenapa beliau menatapku...?”
    Kemudian aku perhatikan guru tersebut dan mencoba mendengar apa yang sedang dibicarakan, sekilas cuplikan pembicaraannya:
    Orang tua murid : lho bu ini gimana?
    Anak saya mengerjakan soal ujiannya benar kok disalahkan gurunya...
    (dengan nada marah dan tidak terima)
    Guru : mata pelajaran apa bu? (dengan sabar dan lembut)
    Orang tua murid : matematika
    Aku (karena sayup-sayup mendengar pembicaraan tersebut, langsung deg-degan. Dalam hati berkata “waduh, mati aku”). Perasaan sudah seteliti mungkin mengoreksinya ato jangan-jangan aku salah bikin kunci jawaban...?!
    Kringat dingin langsung ku rasa membasahi dahiku, sambil berfikir yang salah apa?! Masa iya sieh aku salah...
    Orang tua murid : saya liat (baca) dan koreksi lagi, seharusnya khan jawaban anak saya benar
    Guru : apa iya bu?!
    Apa ibu langsung konfirmasi langsung sama guru mapelnya?!
    (mencoba memberi saran)
    Orang tua murid : iya, boleh bu. Saya ingin ketemu...
    Guru : iya bu...
    Apa nanti sore saja di tempat les, nanti guru mapelnya ada kok...
    Orang tua murid : iya, ya sudah. Saya cuma mau menyampaikan itu...
    Guru : iya bu, terima kasih informasinya...
    Orang tua murid : ya, Assalamu’alaikum...
    Guru : wa’alaikumsalam...
    Tuuuttt. . . tuuutttt. . . (telpon ditutup)
    Kemudian guru tersebut menceritakan keluhan orang tua murid tadi pada guru-guru yang lainnya...
    Bu kepala sekolahpun menatapku sambil tersenyum...
    Aku adalah orang yang dimaksud oleh orang tua siswa tadi, aku jadi merasa bersalah dan tidak enak sama yang lain. Ya ALLAH gara-gara aku kurang teliti, jadi merugikan dan merepotkan orang lain...
    Tak lama kemudian, kringggg... (Hpnya berbunyi lagi)
    Guru : ini lo bu, orang tua murid yang tadi (sambil menyodorkan Hpnya kepadaku)
    Aku : enggak ach bu...
    (karena belum siap menyikapi keadaan itu, aku cuma bisa geleng-geleng)
    Kemudian Hpnya diangkat dan diterima oleh guru tersebut...
    Ortu murid : asslm...
    Guru : wa’alaikumslm...
    Ortu murid : ooh maaf bu, soal yang tadi. Ternyata saya salah...
    Ternyata jawaban yang benar yang di lingkari oleh gurunya, bukan jawaban anak saya...
    Guru : begitu ya bu...
    Iya, nanti saya sampaikan sama guru mapelnya...
    Ortu murid : iya bu, terima kasih dan maaf ya...
    Guru : iya bu, tidak apa-apa...
    Ortu murid : asslm...
    Guru : wa’alaikumslm...
    Dengan senyum simpul yang sangat manis padaku, guru tersebut berkata:
    Guru : sudah bu...
    Gak usah sedih gitu ach bu... (mencoba menghiburku)
    Aku : heheee... (hanya bisa senyum)
    Guru : tadi ortu bilang kalo ternyata dia salah...
    Jadi memang benar anaknya yang jawabannya salah...
    Aku : hahh... iya bu...? (agak tak percaya,namun senang karena rasanya plong bagai mendapat angin segar di saat panas matahari terasa sangat menyengat)
    Guru : iya...
    Aku : alhamdulillah... (bisa kembali tersenyum manis seperti biasa *narsisnya kumat*)
    Kepala sekolah : bersyukur bu, ternyata masih ada orang tua murid yang masih mau memperhatikan
    Aku : iya bu...
    Rapat kembali dilanjutkan dan diakhiri dengan salam serta ucapan selamat berlibur...
    SELAMAT BERLIBUR.... (dengan hati tenang pastinya)
    2 komentar | Selengkapnya→

    Semester Pertama di SDIB

    Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah satu semester ini aku bergabung di sebuah sekolah swasta di daerah tempatku tinggal saat ini. Hari – hari yang ku lalui begitu padat sehingga tak terasa perjalanan sang waktu berlalu tanpa ada kesia-sia (InsyaALLAH). Di sini banyak sekali hal baru yang aku temui dan aku pelajari. Hal-hal itu mengenalkan aku tentang arti solidaritas antar rekan kerja, berbagi bersama mengerjakan tugas, mengenal arti pentingnya sebuah tanggung jawab, dan tentang sebuah sabaran serta ikhlasan...
    Mungkin bagi orang yang terbiasa bekerja di sekolah negeri, kerja di tempat ini pasti akan terasa berat dan capek. Karena setiap hari pulang siang bahkan sore hari, tugas banyak, pembelajaran berbeda dengan tempat lain, banyak kegiatan, penilaian yang tak sesederhana di sekolah-sekolah lain, pembuatan satuan pembelajaran yang sesuai oleh tiap-tiap guru (setahuku di sekolah negeri biasanya tinggal copy paste file yang ada, tanpa memperhatikan kondisi yang di alami saat itu) dll. Tapi karna semua itulah banyak hal yang ku dapatkan. Selain itu rasa solidaritas yang tinggi dan saling menyemangati satu sama lain yang membuat semuanya terasa nyaman dan pekerjaanpun terasa lebih ringan. Di tempat ini suasana kerjanya juga enak tidak menegangkan, karena semua di anggap sama, semua adalah saudara. Tidak ada yang namanya “senior” ataupun “yunior”, kami saling melengkapi satu sama lain, belajar bersama dalam memahami hal-hal baru yang berkaitan dengan tugas kami, saling shearing atau menceritakan permasalahan yang di hadapi dalam kelas dan mencari solusinya bersama-sama...
    Itulah hal yang ku suka di tempat ini, semoga kita dapat terus belajar dan bahu-memahu mencapai tujuan yang lebih baik,amien...
    0 komentar | Selengkapnya→

    Koleksi Terbaru ARin Boutique

    Paling Banyak Di Baca

     

    TRAVELLING

    KULINER

    KESEHATAN

    TIPS

    WANITA MUSLIMAH

    CORETAN