Batik, Keindahan Indonesia

    BATIK adalah sebuah karya seni warisan leluhur yang dibuat oleh tenaga ahli yang memiliki jiwa seni dan kreativitas tinggi, serta diproduksi dengan menggunakan alat produksi perpaduan cara tradisional dan cara modern, sehingga akan menghasilkan suatu produk yang berkualitas, menarik, modis dan sesuai dengan trend fashion masa kini tanpa meninggalkan corak aslinya. Di Indonesia ada beberapa daerah yang menghasilkan atau memproduksi BATIK, diantaranya (selengkapnya...)

    Pilihan Hidup

    Memang selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada peran yang harus kita jalani

    Namun seringkali kita berada dalam KEPESIMISAN, KENGERIAN, KERAGUAN, KEBIMBANGAN yang kita ciptakan sendiri.
    Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup.

    HIDUP adalah PILIHAN Karena memilih bukan saja hak kita sebagai manusia, tetapi dengan memilih akan menjadikan kita Manusia yang lebih BERKUALITAS.

    Arien itu....

    Hallo, selamat datang di blog ku...

    aku itu orangnya simple, jadi jangan ragu-ragu untuk memberi masukan atau kritik dalam blogku ini. Asal niatnya baik insyaALLAH hasilnya juga baik...

    Thank's udah berkunjung diblog ku, semoga dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi kalian....
    Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan

    BERI KESEMPATAN PADA DIRI SENDIRI

    Suatu hari ditepian sebuah sungai, tampak dua orang kakak beradik sedang bercanda dengan riang. Tiba-tiba, karena kurang hati-hati, tanpa sengaja si adik terpeleset dan terjatuh ke dalam sungai yang cukup dalam. Malangnya mereka berdua tidak bisa berrenang. Sambil berteriak-teriak ketakutan si kakak meminta pertolongan. Sayang, meski pertolongan sempat datang, tetapi semuanya sudah terlambat. Si adik sudah terbujur kaku tak bernyawa lagi.

    Orang tua kedua anak itu, sanak saudara serta orang-orang yang mengenal mereka, walau merasa berduka dengan meninggalnya si adik, tetapi tidak ada yang menyalahkan sang kakak. Mereka menerima musibah itu dengan lapang dada dan menganggap bahwa semua itu sudah suratan takdir dari Sang Maha Kuasa.

    Namun, perasaan yang berbeda dialami sang kakak. Sejak kejadian itu, dia berubah menjadi anak yang pemurung, suka menyendiri, ia bahkan tidak berani menghadapi orang-orang. Hatinya senantiasa didera perasaan bersalah. Setiap hari dia sibuk menyalahkan dirinya sendiri. Dia bahkan memvonis diri telah membunuh adik yang sangat disayanginya.

    Walau orang-orang terdekatnya sudah berusaha memberi pengertian bahwa kejadian itu adalah sebuah kecelakaan semata, dia tetap kukuh dengan sikapnya. Sang kakak merasa bahwa dirinyalah yang membuat adiknya terbunuh dalam peristiwa itu.

    Hingga, suatu ketika ibunya sakit keras. Sang kakak pun setia menemani ibunya karena ia merasa ketakutan bakal kehilangan orang yang dicintainya lagi.
    "Anakku, ibu telah kehilangan anak-anak ibu."
    "Tidak ibu, kan masih ada aku, bu." Ujar sang kakak sambil terisak.
    "Ibu tahu, Kamu ada tapi seperti tak ada. Sejak kejadian kepergian adikmu, jiwamu pun seperti ikut dibawa pergi". Apalagi yang tersisa bagi kami, ibu dan ayahmu?
    Rumah ini terasa mati tanpa semangat dan keceriaan seperti dulu. Nak, ibu tahu kamu sangat menyanyangi adikmu, tetapi dia telah pergi untuk selamanya. Caramu menghukum diri tak akan mengembalikan adikmu lagi, bahkan membuat ibu dan ayah tambah sedih. Ibu rasa cukup sudah dukamu. Masih ada kami, ayah dan ibumu yang masih menyanyangi dan membutuhkanmu," ucap si ibu memohon sambil mengusap mata tuanya yang tampak lelah.

    Sambil terisak, si anak berkata, "Maafkan aku, bu. Selama ini tanpa sengaja ternyata telah membuat ibu dan ayah bersedih. Aku berjanji akan mengubah pola pikir dan sikap yang keliru selama ini. Aku akan berusaha mengubah diri dan membahagiakan ibu dan ayah. Sekali lagi, maafkan aku bu."

    Seusai berjanji untuk mengubah sikapnya, si anak pun memeluk ibunya dengan kencang. Mereka pun berpelukan dalam tangis penuh haru.

    " Dalam putaran kehidupan ini, sering kali terjadi karena ulah kita yang tanpa disengaja, berdampak pada terjadinya musibah atau kerugian pada diri kita maupun orang lain. Hal ini kadang menyebabkan timbulnya rasa bersalah, sulit memaafkan dan cenderung terus menerus menghukum diri sendiri. Padahal, bukankah beban yang dipikul justru akan membawa kita pada penderitaan yang berkepanjangan? Apakah dengan perasaan bersalah seperti itu keadaan lantas bisa berubah? Apapun yang terjadi, kita harus bisa menerima setiap resiko dengan jiwa besar. Beri kesempatan pada diri sendiri untuk menata ulang kehidupan dengan berani menghadapinya. Dengan berjuang keras hari demi hari, niscaya keberadaan kita senantiasa punya nilai bagi diri sendiri dan orang lain."
    0 komentar | Selengkapnya→

    KEKUATAN HARAPAN

    Di dunia ini manusia mengenal tentang hukum sebab-akibat, yang barang kali jauh lebih nyata untuk mengungkapkan kekuatan harapan yang mampu mengubah kenyataan. Ada sebuah legenda populer yang dikisahkan oleh Ovid, dalam mitos yang berjudul Pygmalion.

    Pygmalion adalah nama seorang pangeran dari Siprus, yang sangat lihai dalam memahat patung. Pangeran ini konon kabarnya begitu kesepian karena tidak pernah tertarik dengan seorang perempuan pun. Suatu ketika, Ia memahat patung dari gading hingga berbentuk seorang wanita. Karena begitu indahnya dan sempurnanya patung buatannya itu, pygmalion pun jatuh cinta pada patung tersebut. Saking cintanya, ia sampai memohon pada Dewi Venus untuk menghidupkan patung tersebut agar bisa menjadi teman hidupnya. Dan di sinilah letak inti prinsip kerja kekuatan harapan; karena pygmalion menaruh harapan yang sangat besar, maka ia memohon dengan sungguh-sungguh dan tulus, hingga Sang Dewi Cinta itu pun akhirnya mengabulkan. Singkat cerita, patung tersebut benar-benar menjelma menjadi seorang wanita sejati. Maka mereka berdua kemudian menikah dan punya anak bernama Paphos. Kisah Pygmalion memang hanyalah sekedar legenda yang mustahil terjadi di alam nyata, akan tetapi beberapa prinsip di dalamnya, ternyata bukanlah sekedar dongeng semata. Dimana sering kurang kita sadari, "Harapan kita terhadap seseorang akan merubah harapan orang tersebut terhadap dirinya sendiri. Yang pada akhirnya akan merubah harapan tersebut menjadi kenyataan."

    Terkait hubungan sebab akibat seperti itu telah berkali-kali terbukti dalam berbagai riset dan penelitian. Seperti yang pernah dilakukan Rosenthal dan Jacobson pada tahun 60-an, mereka meneliti beberapa sekolah dasar di Amerika. Sebelum penelitian dilakukan, para guru di beritahu daftar nama-nama murid yang memiliki IQ yang lebih tinggi. Kemudian selama penelitian berlangsung, secara teratur dilakukan tes IQ terhadap para murid tersebut. Ajaibnya, IQ kelompok murid yang diharapkan memiliki IQ lebih tinggi, ternyata betul-betul ber-IQ jauh lebih tinggi dibandingkan murid-murid lainnya. Padahal sebetulnya, semua murid itu telah mejalani tes IQ sebelum penelitian, yang menunjukkan bahwa IQ semua murid di kelas itu sebenarnya merata, atau kurang lebih sama! Jadi, apa yang sesungguhnya membuat beberapa murid akhirnya benar-benar ber-IQ tinggi? Rosenthal dan Jacobson mengatakan, penyebab utamanya adalah harapan dari para guru! Secara tidak sadar, harapan-harapan tersebut memperkuat citra diri beberapa murid. Citra diri itulah yang membuat beberapa murid belajar lebih keras, serta meningkatkan harapan mereka sendiri, sampai akhirnya mempertebal rasa percaya diri sendiri. Hebatnya, ketika penelitian yang sama dilakukan, baik pada para mahasiswa, maupun diterapkan dikalangan para eksekutif pengusaha, hasilnya tetap saja sama. Konsep inilah yang kemudian dikenal secara luas dengan istilah efek Pygmalion.

    Melihat kisah dan fakta di atas, kita dapat berandai-andai; seperti apa jadinya kalau saja efek Pygmalion itu terjadi pada kehidupan nyata kita pada saat ini?? Dimana, semua orang tua mengharap yang terbaik bagi anak-anaknya, Para suami atau istri, juga hanya melihat pada sisi positif sehingga berpengharapan baik pada pasangannya. Begitu juga dengan para guru atau staf pengajar terhadap para anak didiknya, kemudian para bos dan pengusaha terhadap karyawannya, serta para pemimpin kepada anak buahnya, dan pemerintah kepada semua rakyatnya, dan begitu pula sebaliknya??
    Sementara itu, semua media yang ada, juga lebih gemar mnggambarkan kebaikan dan menginspirasi kehebatan daripada melansir kabar kemalangan, pencurian, korupsi, perselingkuhan dan pembunuhan?? Seperti yang sudah terbukti melalui validitas hasil penelitian yang berkali-kali dilakukan, sudah pasti, secara bersama-sama kita akan mentransformasikan kualitas hidup kita, baik secara individu maupun kehidupan kita dalam bermasyarakat dan berbangsa.
    0 komentar | Selengkapnya→

    Delapan Kebahongan yang Dilakukan IBU

    Mungkin sebagian dari Anda pernah membaca tulisan ini. Tulisan ini sangat menarik bagiku, karena dapat membuat kita tersadar bahwa begitu besar jasa seorang ibu dalam kehidupan kita. Dan bagi kita kaum perempuan bersyukurlah karena kita diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Selamat membaca kisah ini ...

    Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.

    Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA.

    Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA.

    Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.

    Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA.

    Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM.

    Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.

    Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

    Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
    0 komentar | Selengkapnya→

    Kesabaran Wujud Pengendalian Diri

    "Orang sabar disayang Tuhan, begitulah yang kerap diucapkan orang ketika menghadapi orang lain yang mulai terpancing emosinya. Namun, menjadi sabar tidak semudah mengucapkannya. Terlebih bagi mereka yang hidup dikota-kota besar, dimana masyarakatnya cenderung menginginkan segalanya serba instan. "

    Tiap agama pasti mengajarkan pada umatnya untuk senantiasa bersabar. Benar adanya bahwa Tuhan menyayangi dan selalu bersama orang-orang yang sabar. Kesabaran tak hanya mendatangkan pahala dari Tuhan. Kesehatan lahir dan batin merupakan buah yang bisa dipetik dari sebuah kesabaran.

    Inti dari kesabaran adalah pengendalian diri. Emosi yang terkendali membuat seseorang dapat berfikir lebih jernih dalam menghadapi berbagai hal. Hal tersebut mencakup sesuatu yang membahagiakan maupun mengecewakan. Sabar, tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang dirundung kemalangan. Mereka yang berbahagiapun hendaknya selalu bersabar.

    Kebahagiaan merupakan anugrah sekaligus ujian dari Tuhan. Terkadang, rasa bahagia sering membuat manusia terlena hingga melupakan Tuhannya. Di sinilah kesabaran berperan. Dengan bersabar, manusia tetap akan mengingat Sang Khalik sehingga tidak terbuai oleh kebahagiaan yang bersifat fana.

    Mereka yang bersabar akan lebih terjaga kesehatan jasmaninya. Emosi tak terkendali beresiko pada kesehatan tubuh. Dari hasil penelitian diketahui bahwa orang tak sabar cenderung lebih sering mengertakkan gigi sehingga menyebabkan nyeri rahang, sakit kepala, dan sakit gigi. Tak terkontrolnya emosi diri juga dapat menyebabkan stress dan tekana darah tinggi. Stress menyerang mengakibatkan sistim kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik. Maka, tubuh pun akan rentan terhadap penyakit.

    Dalam menjalani kehidupan ini, setidaknya ada tiga hal dimana manusia membutuhkan kesabaran. Pertama, bersabar saat memiliki keinginan. Sudah menjadi sifat dasar manusia menginginkan sesuatu. Jika tidak dikendalikan, keinginan tersebut tidak akan pernah terpuaskan. Kendalikan keinginan pada hal-hal positif dengan bersabar.
    Kedua adalah bersabar ketika sedang melakukan sesuatu. Misalnya saja dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Pekerjaan yang dilakukan dengan penuh kesabaran akan memberikan hasil yang optimal. Yang ketiga, adalah bersabar saat merai sesuatu, baik keberhasilan maupun kegagalan. Kesuksesan yang diraih merupakan karunia dari Tuhan yang patut kita syukuri. Sedangkan kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

    Menjadi penyabar di zaman sekarang ini tidaklah mudah. Kendati demikian, bukan tidak mungkin menjadi pribadi penyabar di zaman serba instan. Tergantung pada cara menyikapi kehidupan. Selalu berfikir positif, berpasrah diri, serta ikhlas dalam segala hal adalah kunci kesabaran. Pengendalian diri yang baik serta mampu menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan semakin memperlancar jalan menuju kesuksesan.
    0 komentar | Selengkapnya→

    Membangun Keluarga Bahagia

    Perlu kita ketahui bahwa pernikahan adalah salah satu sunah Rasulullah saw. Beliau menganjurkan kepada umatnya agar segera menikah apabila telah sampai pada masanya dan ada kemampuan untuk itu. Tujuan dari pernikahan antara lain untuk mencari ketenangan hidup bersama suami atau istri dalam rumah tangga. Akan tetapi dapatkah ketenangan itu dirasakan kalau rumah tangga yang dibangun tidak berjalan dengan baik dan bahagia?
    Terciptanya rumah tangga itu karena adanya pernikahan yang dilakukan oleh calon suami dan calon istri yang keduanya ingin hidup bersama dalam satu atap dan satu cita-cita dengan memegang peranan dan tanggung jawab menurut porsi dan fitrahnya masing-masing.
    Dengan begitu suatu rumah tangga bisa menjadi bahagia tergantung dari pelakunya, yaitu suami dan istri. Kalau keduanya bisa saling memegang peranan dan tanggung jawab masing-masing sesuai fitrahnya, niscaya rumah tangga itu akan bahagia. Sebaliknya jika suami istri di dalam rumah tangganya sama-sama atau salah satunya tidak bertanggung jawab dan mengingkari peranannya, pastilah rumah tangga itu akan berantakan. Hancurnya sebuah rumah tangga akan menyebabkan kehidupan suami istri tidak tenang dan tidak bahagia. Itu berarti pernikahan yang dilakukan dengan tujuan memperoleh ketenangan hidup tidak berhasil.
    Bagaimana cara agar suami istri berhasil membangun rumah tangga bahagia sehingga bisa mendukung upaya untuk lebih meningkatkan ketaqwaan keduanya kepada Allah ? Untuk menuju ke arah itu, suami istri harus memiliki mawaddah dan rahmah diantara keduanya. "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (ar Rum ayat 21)
    Apabila mawaddah dan rahmah itu selalu dimiliki oleh suami istri, maka jalan menuju rumah tangga bahagia pasti akan terwujud. Mawaddah berarti cinta, sedangkan rahmah berarti kasih sayang. Kalau hanya mawaddah atau cinta saja yang menjadi ikatan dalam pernikahan, maka hubungan suami istri akan segera putus setelah ke duanya memasuki masa tua dimana daya tarik sudah tidak terpancar lagi darinya. Oleh sebab itu, mawaddah ini harus disertai pula dengan rahmah atau kasih sayang. Kasih sayang inilah yang bisa mengikat kedua suami istri hidup dalam suasana tentram dan damai hingga memasuki umur tua bahkan sampai akhir hayat. Sebab timbulnya kasih sayang itu bukan karena adanya bentuk fisik/jasmani yang menarik, melainkan datang secara gaib karena adanya ikatan batin yang erat.
    Lalu bagaimana cara menumbuhkan mawaddah dan rahmah bagi suami istri?
    Sebagai seorang suami yang ingin meraih mawaddah dan rahmah dari istrinya, maka dia harus memahami dan menyadari akan tugasnya sebagai seorang suami. Seorang suami harus bisa menciptakan suasana yang akrab dan harmonis, yang tumbuh dari hati nurani tanpa dibuat-buat sehingga tidak terjadi percekcokan yang tidak diinginkan, apalagi sampai berkepanjangan. Segala perselisihan yang terjadi dapat diselesaikan secara baik-baik dan damai, tanpa rasa jengkel, dendam dan prasangka yang tidak baik.
    Rasulullah bersabda : "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, sedangkan aku adalah yang paling baik kepada istri. Tidak memuliakan para wanita (istri) kecuali orang yang mulia dan tidak mau menghina mereka kecuali orang yang hina pula"
    Suami berkewajiban memberi nafkah lahir dan batin kepada istrinya dan kepada ahli keluarganya yang menjadi tanggungannya. Artinya suami harus bertanggung jawab memberi belanja setiap hari kepada istrinya menurut kemampuannya. Jangan sampai terjadi seorang seorang suami memberi nafkah yang sangat minim jauh dari kebutuhan yang diperlukan, sementara dia bermewah-mewah di luar rumah menghambur-hamburkan kekayaannya.
    Begitu juga bagi seorang suamipun berkewajiban memenuhi nafkah batin, seperti kewajibannya di dalam memenuhi nafkah lahir. sebab janganlah mengira bahwa nafkah batin itu tidak penting seperti nafkah lahir. Bahkan karena kurang mampu di dalam melayani nafkah batin ini bisa terjadi suatu rumah tangga berantakan. Karena itu di dalam hadis Rasulullah saw bersabda yang artinya : "Janganlah seseorang mengumpuli istri sebagaimana binatang bersetubuh dan hendaklah ada perantara antara keduanya". Beliau ditanya : "Apakah perantara itu?" Beliau menjawab : "Ciuman dan rayuan"
    Seorang istri yang menginginkan mawaddah dan rahmah dari suaminya harus bisa menyadari peranan dan fungsinya sebagai seorang istri. Seorang istri berfungsi sebagai pendamping suami di dalam rumah tangga, karena sebagai pendamping, istri harus taat kepada suami, harus bisa menggembirakan suami, bisa menjaga dirinya dan menjaga harta suaminya. Rasulullah bersabda yang artinya : "Tidak ada faedah bagi orang mukmin sesudah taqwa kepada Allah yang lebih baik daripada istri yang shaleh. Bila dia (suaminya) menyuruhnya, maka ia (istrinya) menaatinya. Bila dia melihatnya, maka ia menggembirakannya, bila dia menyuruhnya, maka ia berbakti kepadanya, dan apabila dia (suami) berpergian, maka ia pun menjaga dirinya baik-baik dan harta suaminya." Hai ini dapat kita artikan bahwa wanita yang begitulah sebagaimana disebutkan dalam hadis, merupakan wanita yang penuh pengertian dan cinta kasih. Wanita seperti inilah kiranya yang bisa diajak untuk membangun rumah tangga bahagia, disamping juga dia bisa memberi keturunan.
    Semoga kita berhasil membina rumah tangga yang bahagia. Kewajiban agama seseorang akan berjalan dengan baik dan tertib bila keadaan rumah tangganya berjalan dengan baik pula. Oleh sebab itu membina rumah tangga termasuk ibadah. Amin...
    Semoga bermanfaat...
    0 komentar | Selengkapnya→

    Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

    "Bila malam beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Pandanglah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh guratan-guratan kepenatan karena seharian tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap. Andai saja air wudhu tak membasahi wajah itu setiap hari, barangkali kecantikannya tak bersisa lagi"
    Sesudah itu, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat Anda merasakan segar udara pagi, tubuh letih istri Anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis yang tak habis-habis. Baru mengganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.

    Disaat seperti itu, apa yang Anda pikirkan tentang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan selalu berbicara lembut kepada anak-anak Anda, sementara disaat yang sama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, halus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk melakukan yang sesungguhnya bukan kewajibannya sebagai istri? Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara Anda tak pernah menyapa jiwanya, maka wajar kalau dia tak sabar.
    Istri yang shalihah memang bukan yang suka bermanja-manja secara kekanak-kanakan dan cengeng. Istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan dan pengakuan meski tak pernah meminta kepada Anda.
    Gejolak jiwa dan kegelisahan yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengarkannya. Bila ia tak menemukan muara itu, atau Anda tak pernah mengakui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapapun kecuali diri Anda sendiri, apabila ia tiba-tiba meledak.

    Adakah sesuatu yang Anda lupakan?
    Ketika Anda menginginkan Ibu anak-anak Anda selalu lembut dalam mengasuh, bukan hanya nasehat yang diperlukan, tetapi ada yang lain. Yaitu KEHANGATAN yang perlu Anda berikan agar hatinya tidak dingin dan beku dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.
    Ada ketulusan yang harus Anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada Anda dan anak-anak Anda, sepenat apapun itu.
    Kita kembali kebagian awal tulisan ini,ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, Anda sedang memandangi istri Anda yang berbaring letih itu. Pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa Anda lakukan untuknya meski sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata-kata atau hanya dengan belaian lembut untuk istri Anda. Dan sungguh banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyatakannya (meski tanpa kata). Tubuh letih itu, alangkah bersemangatnya jika disaat bangun nanti ada Anda suaminya yang begitu memperdulikannya.
    Ada banyak cara yang bisa anda lakukan. Mungkin hanya sekedar menyediakan minuman hangat kesukaan istri Anda, atau sesekali ikut terlibat dengan pekerjaan di dapur bersama istri Anda, memandikan anak Anda atau menyuapi si kecil sebelum mengantarkannya ke TK. Yang penting dicatat, Anda melakukan itu bukan karena gender friendly semata, tetapi karena mencari ridho ALLAH. Sebab selain niat ikhlas karena ALLAH, tak ada artinya apa yang Anda lakukan.
    Apapun yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik sekedar lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan Anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada air mata duka yang menetes dari kedua kelopak matanya. Semoga dengan kesediaan Anda untuk membuka telinga baginya, tak ada istri yang berlari menelungkupkan wajahnya di bawah bantal karena merasa tak di dengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang Anda berikan padanya, kelak istri Anda berkata "Semua prilakunya (suamiku) menakjubkan bagiku."
    Sesudah Anda puas memandangi istri yang terbaring letih, sesudah memperhatikan guratan-guratan penat di wajahnya, biarkanlah ia sejenak meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuhnya dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan.


    1 komentar | Selengkapnya→

    Perjalanan Nabi

    Ketika Rasulullah saw mendengar suara ALLAH dari arasy-Nya, dan bersimpuh memandangi keindahan cahaya-Nya, dengan gemetar ia berkata, "Ya, ALLAH, aku tak tahu dengan cara apa harus memuji Engkau."

    ALLAH menjawab. "Hai, kekasihku. Kalau engkau tak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata, biarlah Aku yang berbicara untuk engkau. Jika engkau merasa tak layak memuji-Ku, akan Ku jadikan alam semesta mewakili engkau sehingga setiap jengkal sisinya memuji-Ku atas nama engkau."
    Begitu terpaku sang Nabi menikmati keagungan itu sehingga ia memohon, "Ya, Rabb jangan pulangkan aku ke dunia yang penuh petaka itu. Jangan campakkan aku kembali dalam guncangan kefanaan dan kepalsuan hawa nafsu."

    Namun, ALLAH menyanggah, "Tidak, tidak mungkin itu. Sudah merupakan titah-Ku engkau harus kembali ke dunia untuk menegakkan hukum-hukum-Ku, agar dapat kau regup kenikmatan seperti yang Ku anugrahkan kepada engkau hari ini, di sini."

    Dan tatkala akhirnya Rasulullah turun dari perjalanan mikrajnya serta telah berkumpul dengan keluargan dan umatnya, acap kali ia merindukan saat-saat yang mengesankan itu. Sebagai salah satunya hiburan untuk menyirnakan gulananya, ia sering berkata pada Bilal, "Hai sahabatku, hiasilah pendengaranku dengan suara azanmu." Lalu dengan salat, Rasulullah memperoleh kebahagiaan itu, berdekat-dekat dengan ALLAH di depan aras-Nya. Oleh karena itu, ia bersabda : "Salat itu mikrajnya orang-orang beriman."

    Jalan ini ditempuh para sufi apabila mereka terbentur pada persoalan dunia yang sulit dicerna dan ditanggulangi. Mereka lari kepada ALLAH tiap kali tidak mampu menyebrangi kesenjangan dengan sesama makhluk-Nya. Menghadapi Raja yang zalim, hartawan yang ingkar, dan pembangkang yang durjana, jika dengan lidah sudah tidak berdaya lagi, mereka akan bersujud di kaki Tuhan agar ia berkenan berbicara untuk mereka. Sebab Rasulullah pernah menyatakan, "Sesungguhnya ALLAH berjanji, "Bila Aku mencintai hamba-ku, aku akan menjadi telinganya hingga ia mendengar dengan telinga-Ku, Aku akan menjadi matanya hingga ia melihat dengan mata-Ku, Aku akan menjadi lidahnya sehingga ia berbicara dengan lidah-Ku, dan Aku akan menjadi tangannya hingga ia berbuat dengan tangan-Ku."
    0 komentar | Selengkapnya→

    AGAR TUHAN TAK SALAH MENGABULKAN DOA KITA

    Seorang jamaah ragu-ragu dalam berdoa. kemudian Ia bertanya:"pak, yang benar itu kita harus detil dalam berdoa ataukah yang umum-umum saja?"

    "Memang kenapa?" tanya bapak itu dengan rasa ingin tahu."begini lho pak, saya dengar kawan saya diajari oleh gurunya bahwa berdoa itu harus diucapkan dan menyebut permintaannya secara detil. kalau tidak, nanti hasilnya ngak segera terkabul," tuturnya.

    Sambil tersenyum bapak itu kembali bertanya pada anggota jemaah, "kalau menurut anda gimana?"

    Dia menjawab dengan ragu-ragu: "Saya hanya berfikir apakah Tuhan tidak Maha Tahu sehingga kita harus mengucapkan doa, bahkan kadang ada yang dengan suara keras.

    Bukankan Allah tidak tuli. malahan Maha Mendengar?
    Dan kalau kita berdoa dengan tidak detil, apakah Allah juga tidak tahu maksud kita? ataukah kita hanya khawatir, jangan-jangan Allah salah mengabulkan doa tidak seperti yang kita maksud?"
    0 komentar | Selengkapnya→

    Tanda-tanda mendapatkan CINTA-Nya

    "Tidak ada yang lebih baik, lebih nikmat dan menyenangkan bagi diri seorang manusia, pada hati dan kehidupannya, selain mendapatkan keridhoan dan kecintaan dari Penciptanya. Yakni ALLAH 'azza wa jalla."

    Kenapa cinta ALLAH kepada hamba-Nya merupakan perkara yang luar biasa? Karena hal itu berarti hamba tersebut memiliki kedudukan yang istimewa di sisi-Nya.

    Kecintaan Dia (ALLAH) pada hamba-Nya melebihi kecintaan hamba kepada-Nya. Ketika seorang hamba mendekati-Nya sejengkal, maka Allah mendekatinya sehasta. Ketika ia mendekati-Nya sehasta, maka Allah mendekatinya sedepa. Dan ketika ia mendekati Allah dengan berjalan, maka Allah mendekati hamba itu dengan berlari.

    Tanda Kecintaan ALLAH
    Ada beberapa tanda yang menunjukkan kecintaan ALLAH pada hamba-Nya. ALLAH akan menjaga hamba tersebut dari jebakan urusan duniawi semata. ALLAH akan menjaganya dari terlena kepada gemerlap dan kemegahan dunia. ALLAH akan menjaga hamba itu dari rutinitas yang melalaikan dari dzikrullah.

    ALLAH akan memfaqihkan (memandikan) hamba itu dalam masalah agama. Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang ALLAH kehendaki suatu kebaikan pada dirinya, maka ALLAH akan memfaqihkan dia dalam masalah agamanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)ALLAH akan mendudukkan hamba itu pada derajat yang tinggi karena ilmunya. ALLAH berfirman "ALLAH akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetehuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujaadillah:11)

    Dengan ilmu itulah maka sang hamba akan senantiasa terbimbing dalam hidupnya. ALLAH akan memberinya cahaya pada akal pikirannya, sehingga sang hamba dapat berkonsentrasi dalam beribadah kepada-Nya, menyibukkan lisan untuk menyebut nama-Nya serta terjaga dari hal-hal yang akan memalingkan dia dari ALLAH 'azza wa jalla.

    ALLAH akan bersifat lemah lembut terhadapnya. ALLAH akan menolongnya dengan mempermudah segala bentuk urusan hamba tersebut. ALLAH juga akan melapngkan jiwa dan raganya, menjadikan cita-citanya hanya tertuju pada satu tujuan, yaitu ridho ALLAH. ALLAH akan menjadikan hamba tersebut diterima oleh penduduk bumi. Mereka menyambut baik kehadirannya dengan rasa cinta, cenderung kepadanya, rela dan memujinya. ALLAH memerintahkan malaikat Jibril dan para penduduk langit untuk mencintainya. ALLAH akan memberikan cobaan kepadanya.

    ALLAH berfirman : "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan sabar diantara kalian, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwal kalian." (QS. Muhammad:31)

    Berbagai macam ujian yang diberikan ALLAH sesungguhnya akan membersihkan dosa-dosa mereka dan merekapun mendapat pahala karena kesabaran dan sikap ridhonya.
    Semakin tinggi kedudukan seorang hamba, maka ALLAH juga akan memberikan cobaan yang lebih berat. Dengan demikian, cobaan yang paling besar adalah cobaan yang diberikan ALLAH kepada para Nabi dan rasul-Nya.

    Sesungguhnya ALLAH mencintai hamba-Nya yang meninggal pada saat sedang beramal sholeh. Oleh karena itu ALLAH akan mematikan hamba-Nya tersebut dalam keadaan husnul khatimah (akhir hayat yang baik).
    0 komentar | Selengkapnya→

    Nenek Pemungut Daun

    Dahulu kala di sebuah kota, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

    Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari di siang hari itu sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.

    Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."

    Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya tetapi dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

    Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

    "Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya." (milis)
    0 komentar | Selengkapnya→

    Jilbab Wanita Muslimah

    Dewasa ini kita melihat banyak kaum muslimah yang tidak berjilbab dan apabila ada yang berjilbab bukan dengan tujuan untuk menutup aurat-aurat mereka akan tetapi dengan tujuan mengikuti mode, agar lebih anggun dan alasan lainnya. Sehingga mereka walaupun berjilbab tetapi masih memperlihatkan bentuk tubuh mereka dan mereka masih ber-tasyabbuh kepada orang kafir. Tidak hanya itu mereka menghina wanita muslimah yang mengenakan jilbab yang syar’i, dengan mengatakan itu pakaian orang kolot, pakaian orang radikal, dan mereka mengatakan jilbab (yang syar’i) adalah budaya arab yang sudah ketinggalan zaman, serta banyak lagi ejekan-ejekan yang tidak pantas keluar dari mulut seorang muslim.

    Hal ini karena kejahilan dan ketidak pedulian mereka untuk mencari ilmu tentang pakaian wanita muslimah yang syar’i. Untuk itu pada edisi ini kami berusaha berbagi ilmu mengenai Jilbab Wanita Muslimah yang sesuai dengan tuntunan syari’at, artikel ini bukan saja khusus untuk kaum hawa, namun para ikhwan, bapak, kakek juga berkewajiban untuk mempelajarinya dan memahami serta mengamalkannya dengan cara mengajak saudari-saudari kita yang berada dibawah tanggung jawabnya dan sekitarnya.

    MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG DIKECUALIKAN
    Syarat ini terdapat dalam Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat An-Nuur ayat 31, yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman.Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita…”

    Juga Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin: “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya: “Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.” Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.”

    Al-Qurthubi berkata: Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.”

    BUKAN SEBAGAI PERHIASAN
    Ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nuur ayat 31, yang artinya: “Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka.” Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya.

    Hal ini dikuatkan oleh Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 33, yang artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah.”

    Juga berdasarkan sabda Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam: “Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).

    Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).

    KAINNYA TIDAK TRANSPARAN
    Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda : “Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.” (At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232).

    Di dalam hadits lain terdapat tambahan yaitu : “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).

    Ibnu Abdil Barr berkata : “Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dans tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.” ( Tanwirul Hawalik III/103).

    Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsanya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qibtiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : “Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya sebagai pakaian yang tipis !. Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis,namun ia menggambarkan lekuk tubuh.” (H.R. Al-Baihaqi II/234-235).

    HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA
    Usamah bin Zaid pernah berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam pernah memberiku baju Qibtiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku: “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qibtiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Qibtiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi : Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441).

    Aisyah pernah berkata: ” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71). Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).

    TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM
    Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).

    Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda shalallohu ‘alahi wa sallam: “Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian.” (Muslim dan Abu Awanah).

    Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah: Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian tercium olehnya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi.” (Al-Baihaqi III/133).

    Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : “Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki” (Al-Munawi : Fidhul Qadhir).

    Syaikh Albani mengatakan: Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Berkata Al-Haitsami dalam AZ-Zawajir II/37 “Bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar meskipun suaminya mengizinkan”.

    TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI
    Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).

    Dari Abdullah bin Amru yang berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.” (Ahmad II/199-200)

    Dari Ibnu Abbas yang berkata: Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : “Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.” Dalam lafadz lain : “Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.” (Al-Bukhari X/273-274).

    Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).

    Dalam hadits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.


    TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR
    Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya: “Janganlah mereka seperti…” merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan (Al-Iqtidha… hal. 43).

    Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat ini (IV/310): Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang. Allah berfirman : Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad).“Raaina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih” (Q.S. Al-baqarah:104).

    Lebih lanjut Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya (I/148): Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek. Jika mereka ingin mengatakan “Dengarlah kami” mereka mengatakan “Raaina” sebagai plesetan kata “ruunah” (artinya ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. Allah juga telah memberi tahukan dalam surat Al-Mujadalah ayat 22, bahwa tidak ada seorang mu’min yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mu’min, sedangkan tindakan menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan.

    BUKAN PAKAIAN SYUHRAH (UNTUK MENCARI POPULARITAS)
    Berdasarkan hadits Ibnu Umar, Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Barangsiapa menge nakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (Abu Daud II/172).

    Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani: Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : “Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu. Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong.” wallahu ‘alam.

    (Kitab Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah, Asy-Syaikh Al-Albani)
    0 komentar | Selengkapnya→

    Catatan Seorang Suami Sholeh

    Wahai istriku, malam telah larut, dan aku melihat engkau telah terlelap dengan indahnya menuju mimpi-mimpimu, dapat aku melihat engkau tersenyum dengan indahnya di dalam tidurmu. Wahai istriku, beristirahatlah sebentar sebelum engkau bangun untuk mengerjakan sholat malammu…

    Wahai istriku, dapat aku melihat bulir-bulir keringat membasahi keningmu, mungkin karena udara yang terasa panas di malam ini membuatmu banyak berkeringat dalam tidurmu, memang kamar yang sempit ini tidak memiliki AC, tidak banyak memiliki hiasan dan perabotan yang mahal, tidak juga kita tidur beralaskan tempat tidur yang empuk dan mewah. Namun diriku selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala karena engkau menerima semua ini dengan lapang dada dan penuh kesabaran.

    Wahai istriku, sewa rumah akan habis satu bulan lagi… dan tabungan kita belum cukup untuk membayar sewa rumah ini satu tahun ke depan, semoga Allah Ta’ala memberikan kita tambahan rizki agar kita mampu memperpanjang sewa rumah kecil ini, agar kita terlindung dari terik panas dan dinginnya malam, agar anak-anak kita pun bisa bernaung dari derasnya hujan dan memiliki tempat bermain. Memang tidak luas rumah yang kita sewa ini, namun bersama dirimu dan anak-anak kita semuanya menjadi teramat indah…kita memang tidak memiliki rumah tempat tinggal yang luas sebagai bagian dari kebahagiaan, namun aku memiliki sebagian kebahagiaan yang lain, yaitu dirimu sebagai istri yang shalihah yang selalu berada di sampingku, bersabar atas semua kesempitan dunia ini.

    Wahai ibu dari anak-anakku, terima kasih karena engkau tidak mengeluh karena ketidak mampuan suamimu untuk membelikan sebuah rumah bagimu, terima kasih engkau telah membangkitkan semangatku untuk beribadah kepada Allah Ta’ala di tengah-tengah kesulitan kita, terima kasih atas kesabaranmu mendidik anak-anak kita ditengah kekurangan ini. Terima kasih wahai istriku engkau selalu mengingatkan aku untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala atas rizki yang diberikan-Nya kepada kita sehingga kita bisa makan setiap hari tanpa kekurangan.

    Wahai istri dari hamba yang dha’if… perkenankanlah suamimu mengajakmu untuk membangun sebuah rumah dan istana yang indah bagimu di surga kelak, dunia ini bukan bagian kita, dan kita tidak akan tinggal lama di dalamnya. Birlah kita kelak keluar dari segala kesempitan ini menuju kelapangan yang indah, insya Allah.
    Wahai istriku mari kita bangun sebuah rumah di surga dengan sholat sunnah rowatib, berusahalaH untuk menegakkannya walau di tengah kesibukanmu mengurus rumah tangga dan anak-anak kita, berusahalah demi kebaikanmu dan kebaikan kita semua, aku akan membantumu dalam menjaga anak-anak kita dan membantumu mengerjakan pekerjaan rumah yang mampu aku lakukan.

    Wahai istriku, mari kita bangun sebuah rumah di surga dengan meninggalkan debat, demi Alloh, debat itu hanya akan meninggalkan permusuhan dan kebencian, maka bersabarlah di dalam dakwah, ketika engkau sedang menasihati seseorang, maka perhatikanlah hak-haknya, jika dia bertanya kepadamu maka jawablah dengan baik sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta bersabarlah, jika ia mendebatmu maka tinggalkanlah dia. Wahai istriku, janganlah engkau banyak bercanda, apalagi jika engkau membumbuinya dengan dusta. Sungguh kedustaan itu akan meruntuhkan bagian rumahmu disurga kelak.

    Wahai istriku, perbaguslah akhlakmu, berhiaslah dengan akhlak yang shalihah, berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah ash shahihah, karena bukan saja engkau akan mendapatkan sebuah rumah di bagian teratas surga, engkau juga akan mendpatkan kecintaan dari Allah Ta’ala, kemudian dari aku suamimu, dari anak-anakmu, dari karib kerabatmu dan dari seluruh kaum muslimin.

    Wahai istriku, kenalilah dunia dengan segala perangkapnya, dengan segala keburukan di dalamnya, Abu Hazim berkata, “Barangsiapa yang mengenal dunia, niscaya dia tidak akan senang dengan kemegahan yang ada di dalamnya dan tidak akan bersedih dengan bencana yang ada di dalamnya.”

    Karena itu wahai istriku mari kita lalui kehidupan di dunia ini sebagaimana seseorang yang asing, sebagaimana seorang pengembara dalam perantauannya, mengambil seperlunya saja apa yang menjadi hak kita, karena kita akan meninggalan negeri perantauan ini dan kembali kepada kampung halaman akhirat yang kekal. Mari kita kumpulkan bekal sebaik-baiknya, semoga kelak ketika kita pulang ke kampung halaman kita, ada sebuah rumah yang indah menanti kita, sebuah rumah yang telah kita bangun sejak jauh hari dari sekarang ini… ketika masih di dunia ini.

    Wallahu a’lam bish showab.
    0 komentar | Selengkapnya→

    Koleksi Terbaru ARin Boutique

    Paling Banyak Di Baca

     

    TRAVELLING

    KULINER

    KESEHATAN

    TIPS

    WANITA MUSLIMAH

    CORETAN