Batik, Keindahan Indonesia

    BATIK adalah sebuah karya seni warisan leluhur yang dibuat oleh tenaga ahli yang memiliki jiwa seni dan kreativitas tinggi, serta diproduksi dengan menggunakan alat produksi perpaduan cara tradisional dan cara modern, sehingga akan menghasilkan suatu produk yang berkualitas, menarik, modis dan sesuai dengan trend fashion masa kini tanpa meninggalkan corak aslinya. Di Indonesia ada beberapa daerah yang menghasilkan atau memproduksi BATIK, diantaranya (selengkapnya...)

    Pilihan Hidup

    Memang selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada peran yang harus kita jalani

    Namun seringkali kita berada dalam KEPESIMISAN, KENGERIAN, KERAGUAN, KEBIMBANGAN yang kita ciptakan sendiri.
    Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup.

    HIDUP adalah PILIHAN Karena memilih bukan saja hak kita sebagai manusia, tetapi dengan memilih akan menjadikan kita Manusia yang lebih BERKUALITAS.

    Arien itu....

    Hallo, selamat datang di blog ku...

    aku itu orangnya simple, jadi jangan ragu-ragu untuk memberi masukan atau kritik dalam blogku ini. Asal niatnya baik insyaALLAH hasilnya juga baik...

    Thank's udah berkunjung diblog ku, semoga dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi kalian....
    Tampilkan postingan dengan label muslim. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label muslim. Tampilkan semua postingan

    Penyakit "Mengulur-ulur"

    Salah satu diantara penyakit-penyakit yang paling berbahaya dalam kehidupan dan perjuangan ialah melewatkan setiap momentum, menyia-nyiakan kesempatan, "mengulur-ulur" waktu untuk melakukan amal kebajikan.

    Banyak orang yang mengundur-undur pekerjaan yang baik pada hari esok, padahal kesempatan cukup terluang baginya untuk melaksanakan pada hari ini.

    Waktu dan kesempatan dalam kehidupan ini dilukiskan oleh Ali bin Abi Thalib laksana sebilah pedang, jika pedang itu tidak dimanfaatkan atau dipergunakan, maka dia akan memenggal leher sendiri. Setiap muslim haruslah menyadari peringatan Rasulullah yang menyatakan :
    "Segeralah, melakukan tujuh macam amal dan jangan menunggu-nunggu lagi datangnya saat (1) fakir yang dilupakan (2) kaya yang melampaui batas (3) sakit yang membinasakan (4) tua yang pikun (5) mati yang disiapkan (penguburannya) (6) dajjal, sejahat-jahat yang muncul (7) kiamat yang seram dan pahit"
    0 komentar | Selengkapnya→

    Perjalanan Nabi

    Ketika Rasulullah saw mendengar suara ALLAH dari arasy-Nya, dan bersimpuh memandangi keindahan cahaya-Nya, dengan gemetar ia berkata, "Ya, ALLAH, aku tak tahu dengan cara apa harus memuji Engkau."

    ALLAH menjawab. "Hai, kekasihku. Kalau engkau tak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata, biarlah Aku yang berbicara untuk engkau. Jika engkau merasa tak layak memuji-Ku, akan Ku jadikan alam semesta mewakili engkau sehingga setiap jengkal sisinya memuji-Ku atas nama engkau."
    Begitu terpaku sang Nabi menikmati keagungan itu sehingga ia memohon, "Ya, Rabb jangan pulangkan aku ke dunia yang penuh petaka itu. Jangan campakkan aku kembali dalam guncangan kefanaan dan kepalsuan hawa nafsu."

    Namun, ALLAH menyanggah, "Tidak, tidak mungkin itu. Sudah merupakan titah-Ku engkau harus kembali ke dunia untuk menegakkan hukum-hukum-Ku, agar dapat kau regup kenikmatan seperti yang Ku anugrahkan kepada engkau hari ini, di sini."

    Dan tatkala akhirnya Rasulullah turun dari perjalanan mikrajnya serta telah berkumpul dengan keluargan dan umatnya, acap kali ia merindukan saat-saat yang mengesankan itu. Sebagai salah satunya hiburan untuk menyirnakan gulananya, ia sering berkata pada Bilal, "Hai sahabatku, hiasilah pendengaranku dengan suara azanmu." Lalu dengan salat, Rasulullah memperoleh kebahagiaan itu, berdekat-dekat dengan ALLAH di depan aras-Nya. Oleh karena itu, ia bersabda : "Salat itu mikrajnya orang-orang beriman."

    Jalan ini ditempuh para sufi apabila mereka terbentur pada persoalan dunia yang sulit dicerna dan ditanggulangi. Mereka lari kepada ALLAH tiap kali tidak mampu menyebrangi kesenjangan dengan sesama makhluk-Nya. Menghadapi Raja yang zalim, hartawan yang ingkar, dan pembangkang yang durjana, jika dengan lidah sudah tidak berdaya lagi, mereka akan bersujud di kaki Tuhan agar ia berkenan berbicara untuk mereka. Sebab Rasulullah pernah menyatakan, "Sesungguhnya ALLAH berjanji, "Bila Aku mencintai hamba-ku, aku akan menjadi telinganya hingga ia mendengar dengan telinga-Ku, Aku akan menjadi matanya hingga ia melihat dengan mata-Ku, Aku akan menjadi lidahnya sehingga ia berbicara dengan lidah-Ku, dan Aku akan menjadi tangannya hingga ia berbuat dengan tangan-Ku."
    0 komentar | Selengkapnya→

    5 Ciri Orang Yang Mendapatkan Hidayah

    1. Merasakan kemudahan dalam beramal saleh
    Orang yang telah mendapatkan hidayah akan merasa mudah atau ringan dalam melaksanakan amal saleh, rajin dan tekun dalam beribadah, serta sangat takut berbuat kedurhakaan. Sementara orang yang tidak mendapatkan hidayah-Nya akan merasa malas dalam beramal saleh dan tidak merasa bersalah kalau berbuat maksiat.

    Allah swt. berfirman, “Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al An’am 6: 125)


    Maksud ayat Dia melapangkan dadanya untuk Islam yaitu mereka yang mendapatkan hidayah akan merasa mudah melaksanakan ajaran-ajaran-Nya, dadanya lapang tanpa beban. Sedangkan yang dimaksud niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit yaitu mereka yang tidak mendapatkan hidayah akan merasa malas dalam beramal saleh karena dadanya merasa sesak saat melaksanakan aturan-aturan Allah swt.

    2. Merasakan kerinduan kepada Allah
    Orang yang mendapatkan hidayah, setiap relung hatinya terisi dengan kerinduan kepada Allah swt. Jika nama Allah swt. disebut, akan bergetar hatinya; kalau dibacakan firman-Nya, akan bertambah imannya; ia bertawakal, mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat sebagai ekspresi syukur atas nikmat yang diterimanya.

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. Orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.” (Q.S. Al Anfal 8: 2-4)

    3. Konsisten atau Istiqamah
    Orang yang mendapatkan hidayah akan istiqamah atau konsisten dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Ia akan merasa nikmat saat beribadah kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut, “ ... Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Q.S. Ali Imran 3: 101). Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah suka apabila seorang hamba mengerjakan suatu pekerjaan dan dia konsisten melakukannya.” (H.R. Baihaqi)

    Kekokohan mereka dalam memegang ajaran agama diumpamakan dalam ayat berikut. “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (la Ilaha Illallah) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (Q.S. Ibrahim 14: 24-25)

    4. Bersemangat dalam mempelajari ajaran agama
    Orang yang mendapatkan hidayah akan memiliki semangat untuk selalu menelaah ajaran-ajaran Allah. Islam itu agama yang harus dipahami, bukan sekadar diyakini. Rasulullah saw. bersabda, ”Apabila Allah akan memberikan kebaikan pada seseorang, Dia faqihkan orang tersebut dalam agama.”

    Yang dimaksud dengan Dia faqihkan orang tersebut dalam agama yaitu orang tersebut bersemangat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam.

    5. Sabar menghadapi berbagai ujian
    Allah swt. memberikan kehidupan kepada manusia sebagai ujian. Siapakah di antara hamba-Nya yang paling baik amalnya. Kehidupan dunia merupakan ladang amal. “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al Mulk 67 : 2)
    Orang-orang yang mendapatkan hidayah akan tahan menghadapi berbagai ujian kehidupan, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al Baqarah 2: 155-157)

    Pada akhir ayat di atas tertulis dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Ini merupakan pengunci ayat yang menegaskan bahwa orang-orang yang bersabar adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk atau hidayah-Nya. [*mailist]
    0 komentar | Selengkapnya→

    AGAR TUHAN TAK SALAH MENGABULKAN DOA KITA

    Seorang jamaah ragu-ragu dalam berdoa. kemudian Ia bertanya:"pak, yang benar itu kita harus detil dalam berdoa ataukah yang umum-umum saja?"

    "Memang kenapa?" tanya bapak itu dengan rasa ingin tahu."begini lho pak, saya dengar kawan saya diajari oleh gurunya bahwa berdoa itu harus diucapkan dan menyebut permintaannya secara detil. kalau tidak, nanti hasilnya ngak segera terkabul," tuturnya.

    Sambil tersenyum bapak itu kembali bertanya pada anggota jemaah, "kalau menurut anda gimana?"

    Dia menjawab dengan ragu-ragu: "Saya hanya berfikir apakah Tuhan tidak Maha Tahu sehingga kita harus mengucapkan doa, bahkan kadang ada yang dengan suara keras.

    Bukankan Allah tidak tuli. malahan Maha Mendengar?
    Dan kalau kita berdoa dengan tidak detil, apakah Allah juga tidak tahu maksud kita? ataukah kita hanya khawatir, jangan-jangan Allah salah mengabulkan doa tidak seperti yang kita maksud?"
    0 komentar | Selengkapnya→

    Tanda-tanda mendapatkan CINTA-Nya

    "Tidak ada yang lebih baik, lebih nikmat dan menyenangkan bagi diri seorang manusia, pada hati dan kehidupannya, selain mendapatkan keridhoan dan kecintaan dari Penciptanya. Yakni ALLAH 'azza wa jalla."

    Kenapa cinta ALLAH kepada hamba-Nya merupakan perkara yang luar biasa? Karena hal itu berarti hamba tersebut memiliki kedudukan yang istimewa di sisi-Nya.

    Kecintaan Dia (ALLAH) pada hamba-Nya melebihi kecintaan hamba kepada-Nya. Ketika seorang hamba mendekati-Nya sejengkal, maka Allah mendekatinya sehasta. Ketika ia mendekati-Nya sehasta, maka Allah mendekatinya sedepa. Dan ketika ia mendekati Allah dengan berjalan, maka Allah mendekati hamba itu dengan berlari.

    Tanda Kecintaan ALLAH
    Ada beberapa tanda yang menunjukkan kecintaan ALLAH pada hamba-Nya. ALLAH akan menjaga hamba tersebut dari jebakan urusan duniawi semata. ALLAH akan menjaganya dari terlena kepada gemerlap dan kemegahan dunia. ALLAH akan menjaga hamba itu dari rutinitas yang melalaikan dari dzikrullah.

    ALLAH akan memfaqihkan (memandikan) hamba itu dalam masalah agama. Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang ALLAH kehendaki suatu kebaikan pada dirinya, maka ALLAH akan memfaqihkan dia dalam masalah agamanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)ALLAH akan mendudukkan hamba itu pada derajat yang tinggi karena ilmunya. ALLAH berfirman "ALLAH akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetehuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujaadillah:11)

    Dengan ilmu itulah maka sang hamba akan senantiasa terbimbing dalam hidupnya. ALLAH akan memberinya cahaya pada akal pikirannya, sehingga sang hamba dapat berkonsentrasi dalam beribadah kepada-Nya, menyibukkan lisan untuk menyebut nama-Nya serta terjaga dari hal-hal yang akan memalingkan dia dari ALLAH 'azza wa jalla.

    ALLAH akan bersifat lemah lembut terhadapnya. ALLAH akan menolongnya dengan mempermudah segala bentuk urusan hamba tersebut. ALLAH juga akan melapngkan jiwa dan raganya, menjadikan cita-citanya hanya tertuju pada satu tujuan, yaitu ridho ALLAH. ALLAH akan menjadikan hamba tersebut diterima oleh penduduk bumi. Mereka menyambut baik kehadirannya dengan rasa cinta, cenderung kepadanya, rela dan memujinya. ALLAH memerintahkan malaikat Jibril dan para penduduk langit untuk mencintainya. ALLAH akan memberikan cobaan kepadanya.

    ALLAH berfirman : "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan sabar diantara kalian, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwal kalian." (QS. Muhammad:31)

    Berbagai macam ujian yang diberikan ALLAH sesungguhnya akan membersihkan dosa-dosa mereka dan merekapun mendapat pahala karena kesabaran dan sikap ridhonya.
    Semakin tinggi kedudukan seorang hamba, maka ALLAH juga akan memberikan cobaan yang lebih berat. Dengan demikian, cobaan yang paling besar adalah cobaan yang diberikan ALLAH kepada para Nabi dan rasul-Nya.

    Sesungguhnya ALLAH mencintai hamba-Nya yang meninggal pada saat sedang beramal sholeh. Oleh karena itu ALLAH akan mematikan hamba-Nya tersebut dalam keadaan husnul khatimah (akhir hayat yang baik).
    0 komentar | Selengkapnya→

    Catatan Seorang Suami Sholeh

    Wahai istriku, malam telah larut, dan aku melihat engkau telah terlelap dengan indahnya menuju mimpi-mimpimu, dapat aku melihat engkau tersenyum dengan indahnya di dalam tidurmu. Wahai istriku, beristirahatlah sebentar sebelum engkau bangun untuk mengerjakan sholat malammu…

    Wahai istriku, dapat aku melihat bulir-bulir keringat membasahi keningmu, mungkin karena udara yang terasa panas di malam ini membuatmu banyak berkeringat dalam tidurmu, memang kamar yang sempit ini tidak memiliki AC, tidak banyak memiliki hiasan dan perabotan yang mahal, tidak juga kita tidur beralaskan tempat tidur yang empuk dan mewah. Namun diriku selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala karena engkau menerima semua ini dengan lapang dada dan penuh kesabaran.

    Wahai istriku, sewa rumah akan habis satu bulan lagi… dan tabungan kita belum cukup untuk membayar sewa rumah ini satu tahun ke depan, semoga Allah Ta’ala memberikan kita tambahan rizki agar kita mampu memperpanjang sewa rumah kecil ini, agar kita terlindung dari terik panas dan dinginnya malam, agar anak-anak kita pun bisa bernaung dari derasnya hujan dan memiliki tempat bermain. Memang tidak luas rumah yang kita sewa ini, namun bersama dirimu dan anak-anak kita semuanya menjadi teramat indah…kita memang tidak memiliki rumah tempat tinggal yang luas sebagai bagian dari kebahagiaan, namun aku memiliki sebagian kebahagiaan yang lain, yaitu dirimu sebagai istri yang shalihah yang selalu berada di sampingku, bersabar atas semua kesempitan dunia ini.

    Wahai ibu dari anak-anakku, terima kasih karena engkau tidak mengeluh karena ketidak mampuan suamimu untuk membelikan sebuah rumah bagimu, terima kasih engkau telah membangkitkan semangatku untuk beribadah kepada Allah Ta’ala di tengah-tengah kesulitan kita, terima kasih atas kesabaranmu mendidik anak-anak kita ditengah kekurangan ini. Terima kasih wahai istriku engkau selalu mengingatkan aku untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala atas rizki yang diberikan-Nya kepada kita sehingga kita bisa makan setiap hari tanpa kekurangan.

    Wahai istri dari hamba yang dha’if… perkenankanlah suamimu mengajakmu untuk membangun sebuah rumah dan istana yang indah bagimu di surga kelak, dunia ini bukan bagian kita, dan kita tidak akan tinggal lama di dalamnya. Birlah kita kelak keluar dari segala kesempitan ini menuju kelapangan yang indah, insya Allah.
    Wahai istriku mari kita bangun sebuah rumah di surga dengan sholat sunnah rowatib, berusahalaH untuk menegakkannya walau di tengah kesibukanmu mengurus rumah tangga dan anak-anak kita, berusahalah demi kebaikanmu dan kebaikan kita semua, aku akan membantumu dalam menjaga anak-anak kita dan membantumu mengerjakan pekerjaan rumah yang mampu aku lakukan.

    Wahai istriku, mari kita bangun sebuah rumah di surga dengan meninggalkan debat, demi Alloh, debat itu hanya akan meninggalkan permusuhan dan kebencian, maka bersabarlah di dalam dakwah, ketika engkau sedang menasihati seseorang, maka perhatikanlah hak-haknya, jika dia bertanya kepadamu maka jawablah dengan baik sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta bersabarlah, jika ia mendebatmu maka tinggalkanlah dia. Wahai istriku, janganlah engkau banyak bercanda, apalagi jika engkau membumbuinya dengan dusta. Sungguh kedustaan itu akan meruntuhkan bagian rumahmu disurga kelak.

    Wahai istriku, perbaguslah akhlakmu, berhiaslah dengan akhlak yang shalihah, berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah ash shahihah, karena bukan saja engkau akan mendapatkan sebuah rumah di bagian teratas surga, engkau juga akan mendpatkan kecintaan dari Allah Ta’ala, kemudian dari aku suamimu, dari anak-anakmu, dari karib kerabatmu dan dari seluruh kaum muslimin.

    Wahai istriku, kenalilah dunia dengan segala perangkapnya, dengan segala keburukan di dalamnya, Abu Hazim berkata, “Barangsiapa yang mengenal dunia, niscaya dia tidak akan senang dengan kemegahan yang ada di dalamnya dan tidak akan bersedih dengan bencana yang ada di dalamnya.”

    Karena itu wahai istriku mari kita lalui kehidupan di dunia ini sebagaimana seseorang yang asing, sebagaimana seorang pengembara dalam perantauannya, mengambil seperlunya saja apa yang menjadi hak kita, karena kita akan meninggalan negeri perantauan ini dan kembali kepada kampung halaman akhirat yang kekal. Mari kita kumpulkan bekal sebaik-baiknya, semoga kelak ketika kita pulang ke kampung halaman kita, ada sebuah rumah yang indah menanti kita, sebuah rumah yang telah kita bangun sejak jauh hari dari sekarang ini… ketika masih di dunia ini.

    Wallahu a’lam bish showab.
    0 komentar | Selengkapnya→

    Koleksi Terbaru ARin Boutique

    Paling Banyak Di Baca

     

    TRAVELLING

    KULINER

    KESEHATAN

    TIPS

    WANITA MUSLIMAH

    CORETAN